Rasulullah SAW menyuruh kami untuk melaksanakan 7 (tujuh) macam perbuatan, yaitu:
1. Menjenguk orang sakit
2. Mmengiringkan jenazah
3. Mendoakan orang yang bersin
4. Menolong orang yang lemah
5. Membantu orang yang teraniaya
6. Menyebarluaskan salam
7. Menepati sumpah
(HR Bukhari & Muslim)
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Hadits. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 April 2009
Selasa, 07 April 2009
Menghadiri Undangan
Rasulullah SAW bersabda: "Bila salah seorang di antara kamu sekalian diundang maka hendaklah ia memenuhinya. Bila sedang berpuasa maka hendaklah ia mendoakan dan bila tidak berpuasa maka hendaklah ia makan." (HR Muslim)
Label:
Kumpulan Hadits
Minggu, 29 Maret 2009
Bahaya Sombong
Assalamualaikum wr wb.
Sesungguhnya, salah satu penyakit hati dan perilaku yang sangat berbahaya dan membayakan kita adalah sombong. Sombong yang seperti apa? Yaitu sombong tidak mau menerima keberanan (petungjuk dari Allah SWT) dan sombong terhadap orang lain (meremehkan orang lain).
Sombong yang pertama, tidak mau menerima kebenaran (petunjuk), itu maksudnya bagaimana? Yaitu orang-orang yang tidak mau menerima petunjuk, khususnya petunjuk wahyu (al quran). Ini luas pengertiannya, karena meliputi orang-orang non muslim dan orang muslim juga. Orang-orang Yahudi dan Nashrani yang sudah mengetahui (membaca & mempelajari) Al Quran, namun karena kesombongannya, mereka tidak mau menerima kebenaran Al Quran. Jangankan menerima kebenaran Al Quran, mereka tidak mengakuiinya, dan bahkan justru menentangnya, dan memusuhi orang-orang yang mempercayainya (mukmin & muslim). Itulah kesombongan terbesar umat manusia kepada Tuhan yang pada akhirnya membawa mereka jauh dari petunjuk yang haq, meskipun mereka memiliki kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena sesungguhnya, orang-orang Yahudi dan Nashrani yang lurus, nicaya mereka akan menjadi muslim apabila mereka menerima petunjuk wahyu terakhir (Al Quran) sesudah kitab mereka (Zabur, Taurat, Injil).
Kesombongan juga hadir di dalam lingkup muslim (orang yang telah memeluk Islam). Banyak saudara-saudara kita yang sudah muslim, namun belum kaffah (menyeluruh) dalam mengamalkan petunjuk dari Allah SWT yang diturunkan melalui Al Quran. Ya Allah, lindungilah kami dari hati dan perilaku yang sombong...amin.
Allah berfirman:"Innallaha laa yuhibbu kulla mukhtalin faakhurrin" (yang artinya: Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri).
Sesungguhnya, salah satu penyakit hati dan perilaku yang sangat berbahaya dan membayakan kita adalah sombong. Sombong yang seperti apa? Yaitu sombong tidak mau menerima keberanan (petungjuk dari Allah SWT) dan sombong terhadap orang lain (meremehkan orang lain).
Sombong yang pertama, tidak mau menerima kebenaran (petunjuk), itu maksudnya bagaimana? Yaitu orang-orang yang tidak mau menerima petunjuk, khususnya petunjuk wahyu (al quran). Ini luas pengertiannya, karena meliputi orang-orang non muslim dan orang muslim juga. Orang-orang Yahudi dan Nashrani yang sudah mengetahui (membaca & mempelajari) Al Quran, namun karena kesombongannya, mereka tidak mau menerima kebenaran Al Quran. Jangankan menerima kebenaran Al Quran, mereka tidak mengakuiinya, dan bahkan justru menentangnya, dan memusuhi orang-orang yang mempercayainya (mukmin & muslim). Itulah kesombongan terbesar umat manusia kepada Tuhan yang pada akhirnya membawa mereka jauh dari petunjuk yang haq, meskipun mereka memiliki kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena sesungguhnya, orang-orang Yahudi dan Nashrani yang lurus, nicaya mereka akan menjadi muslim apabila mereka menerima petunjuk wahyu terakhir (Al Quran) sesudah kitab mereka (Zabur, Taurat, Injil).
Kesombongan juga hadir di dalam lingkup muslim (orang yang telah memeluk Islam). Banyak saudara-saudara kita yang sudah muslim, namun belum kaffah (menyeluruh) dalam mengamalkan petunjuk dari Allah SWT yang diturunkan melalui Al Quran. Ya Allah, lindungilah kami dari hati dan perilaku yang sombong...amin.
Allah berfirman:"Innallaha laa yuhibbu kulla mukhtalin faakhurrin" (yang artinya: Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri).
Label:
Kumpulan Hadits
Kamis, 26 Maret 2009
Muttaqin
Rasululloh SAW bersabda: " Seseorang itu tidak bisa mencapai tingkatan Muttaqin (orang bertaqwa) sebelum ia meninggalkan apa yang tidak berdosa karena khawatir terjerumus pada apa yang berdosa." (HR At Turmudzi).
Penjelasan:
Untuk mencapai ketaqwaan, manusia perlu meninggalkan aktivitas yang sebenarnya tidak berdosa untuk dilakukan karena ia takut terjerumus kepada aktivitas yang berdosa. Contoh: ia tidak mau terlibat ngobrol-ngobrol yang tidak perlu, karena takut terbawa menjadi ngomongin kejelekan orang (ghibah), atau bahkan fitnah. Banyak lagi hal lain yang bisa kita jadikan contoh. Tidak mau tidur larut malam karena takut tahajjud terlewat atau bahkan sholat subuh terlewat.
Penjelasan:
Untuk mencapai ketaqwaan, manusia perlu meninggalkan aktivitas yang sebenarnya tidak berdosa untuk dilakukan karena ia takut terjerumus kepada aktivitas yang berdosa. Contoh: ia tidak mau terlibat ngobrol-ngobrol yang tidak perlu, karena takut terbawa menjadi ngomongin kejelekan orang (ghibah), atau bahkan fitnah. Banyak lagi hal lain yang bisa kita jadikan contoh. Tidak mau tidur larut malam karena takut tahajjud terlewat atau bahkan sholat subuh terlewat.
Label:
Kumpulan Hadits
Shodaqoh & Kemuliaan
"Tiadalah harta itu berkurang karena shodaqoh. Allah tidak akan menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiadalah seseorang yang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan mengangkat derajatnya." (HR Muslim)
Label:
Kumpulan Hadits
Rabu, 25 Maret 2009
Miskin itu Prioritas di Mata Allah
Rasulullah SAW bersabda: "Orang-orang miskin akan masuk surga lima ratus tahun lebih dulu daripada orang-orang kaya." (HR At Turmudzi)
Langganan:
Postingan (Atom)